Delay Super Air Jet: RK Tuntut Jawaban, Bandara Pilih Diam Seribu Bahasa

Penumpang jadi saksi bisu birokrasi yang kaku di bandara Bali. RK memimpin desakan pada manajer bandara yang ogah mempertemukan mereka dengan atasan.

- Pewarta

Minggu, 13 Juli 2025 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Facebook.com @Ridwan Kamil)

Eks Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Facebook.com @Ridwan Kamil)

MALAM itu, suasana Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai, Bali, jauh dari kata nyaman.

Jam di dinding sudah menunjukkan lewat tengah malam, tapi ratusan penumpang tujuan Jakarta masih terjebak di kursi ruang tunggu yang makin panas oleh geram.

Di tengah kerumunan yang gusar itu, berdirilah sosok familiar: Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat, yang malam itu jadi semacam juru bicara tak resmi bagi penumpang Super Air Jet IU 745.

Mengenakan kaus dan celana santai, RK — begitu ia biasa disapa — maju ke hadapan staf bandara, meminta satu hal sederhana yang tak pernah ia dapat malam itu: berbicara dengan orang yang bertanggung jawab.

“Hubungkan saya dengan pimpinan kalian,” pinta RK tegas, sebagaimana terekam dalam video yang viral di media sosial, dikutip dari Detik.

Pesawat dengan rute Denpasar-Jakarta itu sejatinya dijadwalkan terbang pukul 21.30 WIB.

Tapi layar pengumuman menunjukkan waktu baru: 23.45 WIB.
Tak lama, waktu kembali mundur jadi 01.30 WIB.

Lalu akhirnya diumumkan batal sama sekali dengan janji terbang esok pukul 08.00 WIB.

Total keterlambatan mencapai 10 jam, padahal pesawat, menurut pengakuan staf bandara sendiri, sudah siap sejak awal malam.

Alasan penundaan justru terdengar ironis: landasan pacu ditutup untuk pengaspalan rutin sejak pukul 02.00 hingga 07.00 WIB.

Landasan Di-Aspal, Penumpang Gagal Ujian dan Meeting

Suara protes meletup dari banyak penumpang yang merasa rugi besar karena keterlambatan ini.

Beberapa orang mengaku gagal hadir di ujian masuk kampus keesokan pagi, yang lain kehilangan jadwal meeting penting di kantor pusat.

Sebagian harus menanggung biaya akomodasi tambahan karena sudah tak punya tiket sambungan lagi ke luar negeri.

“Padahal pesawat ada dan siap, kenapa tidak terbang dulu sebelum jam dua? Kenapa malah biarkan ratusan orang ini terkatung-katung?” kata salah satu penumpang dengan nada tinggi.

RK pun diminta penumpang untuk maju ke depan.

Namun begitu ia mencoba melobi pihak manajer bandara untuk bicara langsung ke pimpinan bandara, permintaannya mentah.

“Manajer bandara tidak memberi akses kami untuk berbicara ke pimpinannya,” ujar RK lewat pengacaranya, Muslim Jaya Butar Butar.

Menurut Muslim, peristiwa ini mencerminkan buruknya koordinasi antara maskapai dan pengelola bandara.

Di sisi lain, pihak pengelola bandara berdalih jadwal pengaspalan landasan sudah ditetapkan sejak lama dan telah diinformasikan ke maskapai.

“Penutupan landasan untuk overlay dijadwalkan 2-7 pagi demi keselamatan penerbangan,” kata Humas PT Angkasa Pura I melalui rilis resmi di situs mereka, ap1.co.id.

Hanya saja, alasan ini terasa ganjil di telinga penumpang.

Mengapa pengaspalan tak dimundurkan hanya satu jam demi memberangkatkan pesawat yang sudah siap?

Kegagalan Komunikasi dan Arrogansi Manajemen Bandara

Kegagalan utama malam itu, tampaknya bukan sekadar pada pengaspalan yang memang perlu.

Tetapi pada komunikasi yang buruk dan penolakan manajemen bandara untuk membuka diri kepada penumpang.

Para penumpang mengaku hanya diberi pengumuman seadanya, tak pernah ada pihak berwenang yang bersedia hadir menjelaskan secara langsung.

Manajer bandara hanya mengutus staf junior untuk menjawab pertanyaan, itupun sambil berlindung di balik alasan “kebijakan perusahaan”.

Dalam video viral yang beredar, terdengar teriakan penumpang mendesak staf bandara segera menelepon atasan mereka.

“Jangan lempar tanggung jawab! Biar Pak Ridwan bicara sama bos kalian!” kata seorang perempuan muda dalam rekaman.

RK pun mengaku kecewa karena sebagai pelanggan ia merasa berhak untuk memperoleh penjelasan langsung dari pihak yang punya kewenangan penuh.

“Kenapa sulit sekali bicara ke orang yang bertanggung jawab? Jangan-jangan mereka memang sengaja menghindar,” sindir RK, sebagaimana dikutip Muslim.

Sejumlah pakar transportasi udara menilai kasus ini menggambarkan lemahnya mekanisme tanggap darurat maskapai dan operator bandara dalam menangani delay panjang.

“Penumpang memang kadang emosional, tapi kalau komunikasi dibangun sejak awal dan transparan, eskalasi bisa dihindari,” kata Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari MTI.

Peringatan Keras Bagi Maskapai dan Operator Bandara

Kementerian Perhubungan seharusnya menegaskan pihaknya akan meminta klarifikasi dari Super Air Jet dan pengelola Bandara Ngurah Rai atas insiden ini.

Jika terbukti ada kelalaian prosedur pelayanan penumpang, sanksi administratif bisa dijatuhkan.

Pengalaman buruk yang dialami Ridwan Kamil dan ratusan penumpang malam itu menjadi semacam pelajaran pahit tentang bagaimana layanan publik, yang seharusnya melayani rakyat, kadang justru terasa arogan.

Kritik RK lewat tindakannya malam itu setidaknya mengingatkan: publik punya hak untuk diperlakukan dengan layak dan mendapatkan jawaban.

Bukan disuruh diam, lalu menunggu dalam gelap sembari landasan diaspal.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Tren Press Release Galeri Foto Perkuat Branding Dan Transparansi
Transparansi dan Kecepatan: Press Release Berbayar dalam Ekonomi Informasi Modern
Investasi Tambang Emas di Seluma Dikawal Ketat Demi Kesejahteraan Masyarakat
Wamentan Sudaryono: Jangan Biarkan Pupuk Palsu Rugikan Jutaan Petani
Kementan Diganjar WTP 2024, DPR RI: Momentum Ini Harus Dijaga
IHSG Diprediksi Menguat, Keyakinan Pasar Tercermin dalam CSA Index Juni 2025
Ingin Tampil di Media Ekonomi dan Bisnis Nasional? Persrilis.com Siap Publikasikan Press Release Anda!
Termasuk Bank BJB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sesalkan Korupsi Bos Sritex Rugikan Sejumlah Bank

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 07:11 WIB

Tren Press Release Galeri Foto Perkuat Branding Dan Transparansi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 07:31 WIB

Transparansi dan Kecepatan: Press Release Berbayar dalam Ekonomi Informasi Modern

Selasa, 5 Agustus 2025 - 14:51 WIB

Investasi Tambang Emas di Seluma Dikawal Ketat Demi Kesejahteraan Masyarakat

Kamis, 17 Juli 2025 - 15:50 WIB

Wamentan Sudaryono: Jangan Biarkan Pupuk Palsu Rugikan Jutaan Petani

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:54 WIB

Kementan Diganjar WTP 2024, DPR RI: Momentum Ini Harus Dijaga

Berita Terbaru

Nasional

PT Antam Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2026

Senin, 9 Feb 2026 - 13:47 WIB

logo

Pers Rilis

BDx Indonesia Dukung Komunitas Terdampak Banjir di Sumatra

Senin, 2 Feb 2026 - 02:00 WIB