![]() |
Studi Kasus di Asia Mengungkap Faktor Regulasi, Biaya, dan Akses Layanan dalam Menentukan Pilihan Program Fertilitas di Luar Negeri
TAIPEI, 8 Juni 2026 /PRNewswire/ — Tren menunda pernikahan dan memiliki anak, serta meningkatnya kasus infertilitas terus menjadi perhatian global. Kondisi tersebut mendorong semakin banyak individu dan pasangan mencari layanan kesehatan reproduksi di luar negara asalnya. Akibat bertambahnya usia rata-rata saat menjadi orang tua, perbedaan regulasi, biaya perawatan, dan akses layanan di berbagai negara, layanan fertilitas lintasnegara kini menjadi salah satu segmen yang memiliki karakteristik khusus dalam lanskap medis internasional.
 
Around 23.2% of the global population experiences infertility, turning the dream of parenthood into a difficult journey for countless families. Today, Taiwan’s world-class reproductive medicine has become a preferred destination for intended parents seeking fertility treatment across borders.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data lebih dari 2.300 keluarga pasien lintasnegara yang menjalani perawatan di TFC Taipei Fertility Center, kelompok usia 35–40 tahun mendominasi profil pasien. Sementara itu, pasien berusia di atas 40 tahun mencakup hampir 30% dari total pasien. Angka tersebut menunjukkan bahwa usia ibu yang semakin lanjut dan tren menunda memiliki anak menjadi dua faktor utama yang mendorong arus kunjungan pasien fertilitas.
Bagi pasangan yang menghadapi masalah kesuburan, faktor pertimbangan ketika memilih destinasi layanan medis tidak hanya bergantung pada tingkat keberhasilan terapi. Pengalaman klinis, kualitas laboratorium, kondisi regulasi, transparansi biaya, dukungan bahasa, penjadwalan perawatan, hingga layanan tindak lanjut juga menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan.
Taiwan kini muncul sebagai salah satu destinasi bagi pasien fertilitas dari Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Posisi tersebut didukung oleh kerangka regulasi yang matang, pengalaman klinis yang luas, standar layanan medis yang tinggi, serta biaya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan sejumlah negara lain. Karena itu, jumlah pasien internasional yang mencari layanan fertilitas di Taiwan terus meningkat setiap tahun.
Sejak berdiri pada 2020, TFC telah melayani keluarga dari lima benua dan lebih dari 50 negara serta wilayah. Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) masih menjadi layanan yang paling diminati, diikuti dengan pembekuan sel telur, inseminasi intrauterin, dan donasi sel telur. Pasien dari Jepang dan Prancis umumnya terkendala pembatasan regulasi di negaranya, serta faktor usia ibu yang lebih lanjut. Di sisi lain, pasien asal Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Makau lebih mempertimbangkan efisiensi biaya dan efektivitas dalam merencanakan perawatan. Adapun pasien dari Amerika Serikat, Inggris, dan Korea Selatan kerap mencari perawatan fertilitas setelah beberapa kali mengalami kegagalan implantasi atau menurunnya cadangan ovarium.
Menurut Pendiri Taipei Fertility Center, Dr. Chii-Ruey Tzeng, selain keunggulan dalam ilmu kesehatan reproduksi, Taiwan menawarkan layanan pendukung yang membantu pasien internasional mengatasi hambatan bahasa dan sistem layanan kesehatan. Layanan tersebut juga mencakup evaluasi menyeluruh, perawatan yang dirancang khusus sesuai kebutuhan pasien, serta tindak lanjut dalam waktu yang relatif singkat.
Dengan mengintegrasikan teknologi asesmen berbasis kecerdasan buatan (AI) dan pendekatan precision medicine, TFC telah membangun model manajemen pasien terpadu yang mencakup konsultasi jarak jauh, perencanaan perawatan, komunikasi multibahasa, hingga layanan tindak lanjut pascaperawatan.
Tentang TFC Taipei Fertility Center
TFC Taipei Fertility Center merupakan institusi medis di Taiwan yang menyediakan layanan kesehatan reproduksi, embriologi, serta layanan kesehatan internasional. TFC juga menawarkan layanan evaluasi infertilitas, program bayi tabung (IVF), pembekuan sel telur, preservasi fertilitas, layanan embriologi tingkat lanjut, serta layanan reproduksi yang dirancang khusus sesuai kebutuhan pasien.

Asian Case Studies Highlight How Regulation, Cost, and Access Are Shaping International Family Choices – Taiwan has emerged as a preferred destination for fertility patients








